Tiga Bandar Sabu dan Ganja Diringkus Polisi

PRABUMULIH – Tiga pria diduga bandar sabu dan ganja, berhasil diringkus jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih, pada Kamis (9/2/2017) malam.

Tiga bandar tersebut yakni Kristo (36) warga Jalan Samosir Kelurahan Gunung Ibul kota Prabumulih, Juanda (21) dan Mahali (18) yang merupakan warga jalan Sepatu Kelurahan Karangraja Prabumulih Timur. Tiga pelaku diamankan didua tempat terpisah.

Kristo diamankan di kawasan Jalan Samosir Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur sekitar pukul 18.00. Lalu Juanda dan Mahali diamankan sekitar pukul 21.00 di kawasan Jalan Sepatu Kelurahan Karangraja Prabumulih Timur.

Dari tangan tiga pelaku berhasil disita barang bukti berupa narkoba jenis sabu sebanyak tujuh paket dengan berat total sekitar satu jie atau senilai Rp 2,4 juta dari tangan Kristo dan tiga paket hemat daun ganja kering disita dari tangan Mahali serta Juanda.

Guna kepentingan penyelidikan dan proses lebih lanjut, para pelaku bersama barang bukti digelandang ke Mapolres Prabumulih.

Diringkusnya tiga pelaku bermula dari laporan masyarakat yang masuk ke jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih. Dalam laporan itu menyatakan Kristo memrupakan bandar yang kerap bertransaksi di Prabumulih.

Menindaklanjuti laporan itu, para petugas lalu melakukan penyelidikan dan mengetahui jika Kristo hendak mengantar sabu-sabu ke pembeli yang telah memesan ke pelaku.

Petugas yang tidak ingin membuang waktu, kemudian menyergap Kristo yang saat itu baru saja keluar dari rumah untuk mengantar barang haram ke pembeli.

Dari tangan Kristo, petugas berhasil menemukan tujuh bungkusan platik bening berisi sabu senilai Rp 2,4 juta dari saku pakaian.

Sementara tim Satnarkoba lainnya yang kemudian mengetahui keberadaan bandar ganja, melakukan penyergapan di wilayah Karang Raja. Tepatnya di sekitar jalan Sepatu tak jauh dari belakang Stasiun kereta api (KA) Prabumulih petugas melihat Juanda dan Mahali diduga tengah bertransaksi.

Petugas yang meringkus keduanya berhasil mendapati ganja dari tangan Juanda yang baru saja dibeli dari Mahali sebesar Rp 35 ribu. Petugas lalu mengamankan dua pelaku dan menggelandang ke Mapolres Prabumulih.

Dihadapan petugas Kristo mengakui menjadi pengedar sabu sejak tiga bulan terakhir dan sabu dibeli dari bandar inisial WT. “Saat ditangkap saya mau jual sabu pesanan pembeli, sabu aku beli dari WT sejak tiga bulan jadi bandar,” beber resdivis narkoba yang sudah tiga kali masuk bui itu.

Sementara, Mahali yang merupakan bandar ganja mengaku membeli ganja dari bandar di kawasan Modong Prabumulih. “Saya beli Rp 35 ribu lalu dijual lagi, kemudian oleh Juanda dipecah lagi tiga untuk dijual lagi,” bebernya.

Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Kasat Narkoba, AKP Herry Yusman SH membenarkan penangkapan tersebut.

“Ketiga pelaku telah kami amankan dan masih menjalani pemeriksaan petugas, ketiganya akan kami jerat Pasal 112 dan Pasal 111 dalam UU Narkotika dengan ancaman hukuman sekitar 5 tahun penjara,” tegasnya.

Share This:

Leave a Comment