Pejabat Terjerat Narkoba, Aswari: “Tidak Ada Rekomendasi !”

LAHAT – Rasa geram tampak tersirat dari ucapan Bupati Lahat, H. Saifudin Aswari Riva’i menanggapi adanya sejumlah oknum pejabat yang terjerat kasus Narkoba belakangan. Dihadapan Kapolres Lahat AKBP. Rantau Isnur Eka, SIK dan jajaran, Aswari menegaskan, bahwa dirinya tidak akan melindungi siapa saja oknum pejabat di Bumi ‘Seganti Setungguan’ yang terjerat kasus barang haram tersebut.

“Kami atas nama Pemerintah Daerah tidak akan memberikan rekomendasi apapun terhadap PNS yang tertangkap Narkoba,” tegasnya, Selasa (14/2).

Dibeberkan Bupati, memang ada sejumlah pejabat yang sampai merengek-rengek minta bantuan kepadanya agar terbebas dari kasus Narkoba yang menjerat mereka. Namun demikian, pria yang sedari awal telah berkomitmen menabuh genderang perang terhadap bahaya Narkoba ini tetap tidak menghiraukan rengekan oknum para pejabat nakal tersebut.

“Untuk Narkoba, Pak Kapolres, silahkan ditindak. Jangan pandang bulu,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekda Lahat, H. Nasrun Aswari. Dia menyayangkan tidak diindahkannya himbauan untuk menghindari penyalahgunaan Narkoba yang terus diserukan selama ini. Tentunya, menurut Nasrun, bagi siapa saja pejabat yang terlibat kasus Narkoba harus mempertanggung jawabkan perbuatannya secara hukum.

“Kita serahkan menurut proses hukum yang berlaku,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam dua pekan belakangan, setidaknya tiga oknum pejabat, baik di lingkungan Pemkab Lahat maupun tingkat desa, tertangkap akibat kasus penyalahgunaan Narkoba. Mereka masing-masing AMR (56), salah seorang Staf Ahli Bupati yang diciduk setelah kepergok transaksi Narkoba jenis Sabu pada 2 Februari lalu, serta kakak beradik YM (40) dan DW (42), yang masing-masing menjabat sebagai Kades dan Sekdes di salah satu Desa di Kecamatan Tanjung Tebat, setelah positif dites urine usai terjaring razia pada Sabtu (11/2) dini hari lalu.

Untuk AMR, yang kedapatan barang bukti (BB) diantaranya satu paket Sabu ukuran sedang terancam dikenakan pasal 112 UU Narkotika dengan hukuman minimal empat tahun penjara. Sementara untuk YM dan DW, yang positif mengkonsumsi Narkoba namun tanpa BB, hanya menjalani rehabilitasi di BNN Kabupaten Empat Lawang. (red)

Share This:

Leave a Comment